Mengenal Perbedaan Desain Rumah Bergaya Retro dan Klasik

Mengenal Perbedaan Desain Rumah Bergaya Retro dan Klasik

Menentukan desain rumah untuk rumah baru menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi sebagian orang. Pasalnya, mereka dapat dengan bebas mengkespresikan ide dan menikmati keseruan mencari furnitur-furnitur dan dekorasi pendukungnya untuk rumah yang akan segera mereka tempati. Selain rumah model minimalis yang didesain modern dan mengarah pada kesederhanaan serta didominasi warna-warna kalem seperti putih, abu, dan hitam, ada pula rumah model lain yang justru sengaja dibuat menyerupai rumah-rumah zaman dulu untuk menciptakan suasana nostalgia. Rumah model ini dibagi ke dalam beberapa istilah, di antaranya retro dan klasik. Jika Anda pergi ke toko karpet untuk menemukan karpet bergaya retro, pilihlah karpet dengan motif sederhana dan warna-warna cerah namun tetap terlihat hangat. Sedangkan karpet bergaya klasik didominasi oleh warna merah bata, coklat, dan abu, serta memiliki motif yang cukup detail.

Perbedaan Mendasar Rumah yang Dibangun dengan Desain Retro dan Desain Klasik

Rumah yang dibangun menyerupai rumah zaman dulu masing-masing memiliki perbedaan yang disesuaikan dengan gaya rumah tahun berapa yang dipakai dan desain seperti apa yang sedang populer pada saat itu. Agar tidak salah dalam memilih furnitur dan dekorasi untuk rumah baru Anda, berikut beberapa perbedaan mendasar antara rumah dengan desain retro dan klasik:

1. Desain Retro Mengulang Gaya yang Pernah Populer Pada Tahun 1950-1970, Sedangkan Desain Klasik Merujuk pada Arsitektur Masa Yunani dan Romawi Kuno

Rumah yang dibangun dengan desain retro mengusung ide untuk meniru desain rumah yang pernah populer di tahun 1950an hingga 1970an namun tampilan yang dihasilkan jauh dari kesan jadul dan norak. Jika desain retro mengulang gaya rumah orang-orang biasa, rumah dengan desain klasik dibangun berdasarkan rujukan arsitektur-arsitektur pada masa Kerajaan Yunani atau Romawi Kuno yang banyak ditemui di wilayah Eropa. Rumah yang dibangun dengan konsep klasik ini membutuhkan lahan yang cukup luas karena ukuran rumahnya yang besar dengan banyak tiang atau pilar sebagai salah satu ciri khasnya.

2. Desain Retro Didominasi Warna Cerah, Sedangkan Desain Klasik Sebaliknya

Meski sama-sama berasal dari zaman terdahulu, desain retro dan klasik memiliki warna khas yang berbeda. Perbedaan ini dapat Anda lihat ketika Anda mengunjungi toko lantai karpet yang menyediakan berbagai macam karpet untuk kedua jenis desain tersebut. Warna yang mendominasi desain retro adalah warna-warna cerah seperti warna primer namun tetap terlihat hangat. Anda bisa mengkombinasikan warna kuning, oren, coklat, serta biru untuk digunakan dalam memilih furnitur dan cat ruangan. Sedangkan jika Anda berniat untuk menerapkan desain klasik, pilihlah warna-warna kalem namun tetap terlihat mewah seperti merah bata, coklat kekuning-kuningan, atau abu yang disandingkan dengan warna hitam dan kedua warna sebelumnya.

3. Motif pada Desain Retro Cenderung Sederhana dengan Bentuk Geometris, Sedangkan pada Desain Klasik Motif Dibuat Lebih Detail dengan Khas Kerajaan

Perbedaan terakhir antara desain retro dan klasik terletak pada motif yang ada pada furnitur atau interiornya. Rumah bergaya retro biasanya dilengkapi dengan furnitur yang memiliki motif sederhana dan mayoritas berbentuk geometris seperti kotak, lingkaran, segitiga, atau bentuk lain hasil gabungan dari ketiganya. Sedangkan rumah bergaya klasik terlihat lebih mewah karena interiornya dilengkapi ukiran-ukiran khas Kerajaan Yunani dan Romawi Kuno yang diterapkan pula pada furniturnya. Mereka membuat ukiran di pintu rumah, lemari, atau rak yang terbuat dari kayu, bahkan menambahkan detail pada pilar-pilar yang menopang bangunan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *